Tuesday, April 26, 2016

When Things Get Worst


Bacaan 

  • Kisah Para Rasul 27
Bacaan kali ini mengisahkan kehidupan pelayaran pada jaman Paulus. Kapal berisi 267 orang berangkat menuju Italia.Jika kita menganalogikan kehidupan iman kita layaknya kapal di tengah lautan, ingatlah akan kisah ini.
Paulus pada saat itu bukan sedang berpiknik melainkan dalam kondisi dituduh dan berstatus tahanan. Dalam keadaan dimana hidupnya tidak pasti, dalam keadaan dmn dia di kelilingi oleh tahanan yang lain dan para prajurit, keadaan ternyata semakin memburuk.

Cuaca buruk membuat kapal akhirnya kandas.

Pernahkah kita berada dalam kondisi hidup yang susah? Dan ketika kita mengharapkan Tuhan menolong kita dan memberi kemudahan hidup kita justru menghadapi masalah yang lebih berat?
Ketika Tuhan bersama dengan kita, Tuhan tidak menjanjikan hal terjadi sesuai dengan keinginan kita. Tetapi ketika Tuhan beserta kita, percayalah bahwa Dia Sang Kapten Kapal kehidupan kita tahu yang terbaik bagi setiap kita.

Kisah Para Rasul 27:24 (TB) dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau.

Kisah Para Rasul 27:44b (TB) ...Demikianlah mereka semua selamat naik ke darat.


Jesus my Captain my soul trusted Lord - Captain, Hillsong


Monday, February 29, 2016

How Many Likes

Pernahkah kita post sesuatu yang berharga di Instagram atau Ask.fm atau facebook dan kemudian kita kembali buka sosmed kita?
Ketika kita buka lagi, hal pertama yang jadi tujuan mata kita adalah notif dari  post kita yang tadi.
Rasanya pengen banget tahu udah berapa orang yang baca atau liat post kita dan kasi LIKE.

Sering ga sering, bener ga sih kalo kita pernah alamin hal ini?

Setiap kita cek dan ada banyak like disana, rasanya seneng, puas, lega.

Tapi ketika kita cek dan cuma dikit yang like atau bahkan belum ada yang like, rasanya something wrong. Apa aku salah tulis? Apa foto ku jelek? Apa temen foto ku jelek? :p

Sebenarnya itu hal yang wajar banget karena sosmed memanfaatkan salah satu kebutuhan dasar manusia yaitu penerimaan.

Orang akan seneng, lega, nyaman, relax begitu dia merasa diterima, dihargai, diapresiasi, disukai, dan bahkan dikenal banyak orang.

Sometimes karena begitu pengennya diterima, kita membandingkan diri kita dengan orang lain. Dapat like ga lagi cukup. Itu mah biasa. Dapat like lebih banyak dari orang lain, nah itu baru puas.

Sadar ga sadar, situasi seperti ini membawa kita menjadi orang yang berorientasi pada pengakuan orang. Kita baru merasa lega, plong, puas kalau kita udah dapat penghargaan dan pengakuan banyak orang.

Kelihatannya sih seneng-seneng aja dapat apresiasi orang. Tapi coba ketika kita sampai pada situasi dimana kita selalu dapat like lebih dikit dari orang lain. Situasi dimana upaya begitu besar yang kita lakukan tidak menghasilkan respon yang memuaskan kita. Berjuang diterima di sana sini, berjuang menunjukkan apa yang kita mampu, tapi rasanya kita biasa aja, dan ga dapat apresiasi yang lebih.

Capek ga sih?

Itulah yang aku rasain belakangan ini sampai ak diingatkan Tuhan. Rasanya aku pengen apa-apa bisa, pengen berhasil dimana-mana. Tapi aku ga mendapat feel bahwa aku berhasil. Aku ga dapat penerimaan itu.

Tuhan ingatkan aku bahwa Tuhan sudah menerima aku apa adanya. Apapun yang aku lakuin buat Tuhan baik ada orang yang tahu maupun ga, Tuhan sudah mengapresiasinya. Tuhan melihat semuanya. 

Matius 6:4 (BIMK)  Biarlah perbuatanmu itu tidak diketahui oleh siapa pun, kecuali Bapamu di surga. Ia melihat perbuatanmu yang tersembunyi itu dan akan memberi upah kepadamu."

Sama seperti yang Tuhan katakan diayat ini, ketika kita tulus melakukan sesuatu, itu sudah cukup menjadi sukacita dan kelegaan dalam hati kita. Tidak perlu menunggu ada likes yang mengikuti, tidak perlu menanti penghargaan dan apresiasi dari orang.

He loves when you do something right secretly for HIM. Tuhan sudah kasi LIKE yang sangat besar ketika kita lakuin itu buat Tuhan. LIKE yang diberikan Tuhan begitu besar sehingga damai sejahtera itu senantiasa hadir di hati kita.

Berhentilah menanti-nantikam penerimaan dan apresiasi orang, dan mulailah do everything for Jesus.

All for Jesus! Yes!

Friday, January 8, 2016

Manut Tuhan

Daniel 3:17-18 (TB)  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Pernah ga sih udah puas-puas nulis atau ketik panjang lebar, tahu-tahu semuanya hilang. Di undo ga bisa. Backup file ga ada. Aaaargghh.... Itu tu yang kemarin aku rasain. Ketik blog post lewat HP. Begitu selesai aku save, aku buka dan ternyata cuma tampil 2-3 kalimat awal. Lainnya ilang lang. Ngambek. Mau ngulang ya males. Ga ditulis kok ya gelo. Trus sore-sore sambil mandi aku doa.

Tuhan aku tahu Kau bisa balikin itu text yg ilang. Gampang sak gampang-gampang'e buat Tuhan. Mbok tolong Tuhan.. pliisss...
Trus sambil dingin-dingin kena air, ada pikiran masuk. Ya terserah Tuhan sih. Walaupun Tuhan ga balikin textnya, Tuhan juga masih bisa tuntun aku buat tulis ulang lagi dengan ingatan seadanya.

Keluar kamar mandi aku cek lg hpku. Dan... 😁😀😂😑😣😢😭 tetep ga kluar text nya. Ah ya udah..

Malam nya di persekutuan pemuda aku belajar dari ayat ini. Kisah dimana SMA ( Sadrakh, Mesakh, Abednego) mau dimasukin ke perapian. Coba deh baca lagi text nya.

Yap. Mereka yakin bahwa Tuhan mampu menyelamatkan mereka. Tuhan mampu melakukan apa yang mereka harapkan. Tapi Tuhan lakuin atau ga, itu hak nya Tuhan. Sekalipun ga dilakuin, mereka tetap beriman pada Tuhan.

So... mari kita selalu ingat. Kita ini walaupun dikasihi Tuhan begitu rupa, kita ini cuma manusia. Tuhanlah yang empunya Hak.

Mari hidup dengan tetap pegang iman tapi juga penuh penyerahan diri bahwa kehendak Tuhan adalah yang terbaik.

NB: kl tulisanku yang tadi ga ilang, aku ga nulis ini.

Tuhan memberkati :)

Saturday, January 2, 2016

Perumpamaan tentang Pohon Nangka

Ketika aku baca Alkitab tentang kisah Yesus dan murid-muridnya, ak ngerasa iri. Kenapa kok Tuhan ga secara nampak jalan sama aku. Ngasi pelajaran lewat apa yang ditemuin dijalan. Cerita sesuatu.

Kemarin ketika ak dapat waktu 30 menit untuk merenung alone with Jesus, dr jauh ak dah nemuin satu spot keren. Ada pohon nangka subur, dibelakangnya terbentang sawah luas. Wah asik nih merenung disitu.

Bergegas aku jalan ke sana dan duduk sambil memandangi pohon itu. Trus aku mulai bertanya sama Tuhan masih dalam rasa iri sama para murid. Tuhan mbok ngomong sesuatu sama aku. Ajari aku sesuatu lewat apa yang aku liat. Terus aku diem. Sambil menunggu Tuhan ngomong ak kembali tertarik liat itu nangka. Kok lucu ya, buah segitu besarnya tu ditopang sama dahan yg warnanya aja masih kehijauan, tebal juga ga terlalu, pendek, dan hampir ga keliatan. Daun juga ga banyak di dahan itu. Ga ada keren2nya ni dahan. Tapi kok kuat sih nahan buahnya.  Terus aku jalan ke pohon, pegang itu buah. Ak goyang-goyang dikit buahnya. Eh bener, kuat.

Ya udah sih lucu aja. Ak duduk lagi. Mungkin Tuhan ngomongnya lewat yang lain. Lewat petani kek. Lewat sawah mgkn. Tapi sambil merenung, terbesit kembali nangka, nangka, nangka..

Okelah aku liat ke pohon itu lagi. Dan... okay Jesus. I got it.

Yesus tunjukan bahwa hidup murid Kristus itu seharusnya kayak dahan itu.

Yang terutama bukanlah punya daun lebat, bukan juga terlihat kuat dan kokoh.
Tapi setia pada batang pohon dan menghasilkan buah. Ketika buah dihasilkan bahkan dahan kecil ini juga ga kliatan. Yang orng lihat adalah buahnya. Ketika dari kejauhan orang liat buah ini, yang dipuji adalah pohonnya.

Kalau Tuhan jadi yang utama dalam hidup ini. Maka hiduplah menghasilkan buah buat Tuhan tanpa mengharapkan dilihat orang. Tanpa mengharapkan dipuji orang. Sebisa mungkin tetaplah tersembunyi dan biarlah setiap buah yang kita hasilkan itu jadi pujian, kemuliaan, dan hormat bagi Sang Pohon itu sendiri. Ya segalanya buat Tuhan sendiri.

Matius 5:16 (TB)  Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Selamat menjalani tahun baru 2016 dengan Yesus.
Bersukacitalah menghadapi kembali sekolah, tugas, pekerjaan, dan setiap persoalan yang ada karena kita ga sendiri.

Tuhan memberkati

Monday, November 23, 2015

Apa Misimu?

Ibarat ada sebuah tempat hiburan dengan berpuluh-puluh wahana yang meriah, terbalut gemerlap warna dan riuh lagu yang mengalun. Kita bisa saja berhenti pada satu sudut, merebahkan diri pada sebuah bangku, kemudian menikmati indahnya pemandangan. Sebuah cerita lain bisa berakhir dengan pengalaman yang berbeda ketika kita memasuki wahana itu satu persatu. Yang tadinya pengalaman bisa kita ceritakan 5 menit, mungkin yang kedua bisa 5 jam kita ceritakan.

Ini tahun 2015. Sudah tahun ke 5 diberi kesempatan bertumbuh melalui peran pembimbing remaja.

Bermula ketika masa kepengurusanku selesai, ada dorongan kuat yang mengajaku untuk ambil peran jadi pembimbing. Bagaimana pengurus bisa belajar melayani kalau tidak ada pembimbingnya. Periode pertama selama 2 tahun memberi pengalaman banyak membimbing pengurus. Periode kedua aku belajar pentingnya komsel / connect group di remaja. Aku menikmati banyak waktu dengan berelasi dengan kelompok CG. I love them.

Sekarang ak menjalani periode ketiga. Entah mengapa ada dorongan kuat untuk kontak personal anak remaja. Setelah beberapa kali beri perhatian kepada mereka secara personal, aku SADAR.

Menjadi seorang pembimbing tidak berhenti pada memastikan setiap wahana bergerak indah. Tidak berhenti pada memastikan setiap anak remaja hadir di kebaktian remaja dan mempelihatkan senyum di wajah mereka.

Namun...

Terjunlah kedalam hidup mereka secara personal dan kita akan menemukan makna berbeda dibalik setiap senyum yang nampak. Luka luka yang tersembunyi di balik sebuah senyuman. Kekecewaan yang tak pernah diungkap. Sukacita yang tertahan karna tak punya tempat bercerita. Terlebih lagi, hati yang mungkin belum merindukan Yesus dalam hidup mereka.

Pemberitaan Injil tidak hanya ditujukan buat mereka yang berada di suku terabaikan. Ada begitu banyak tuaian di dalam diri anak usia remaja.

Jika Tuhan letakkan kerinduan dihatimu untuk melayani sebagai pembimbing komisi remaja,

Mari doakan setiap dr mereka,terjunlah dalam hidup mereka, jangkau mereka, dan bawa mereka menemukan Yesus secara pribadi.

All for Jesus, Yes!
Selamat Melayani :)

Tuesday, September 29, 2015

"KESAKITAN berubah menjadi KESAKSIAN"

"Allah tidak pernah membiarkan suatu luka hati terjadi tanpa suatu tujuan."

Allah dengan sengaja mengizinkan Anda mengalami penderitaan-penderitaan yang menyakitkan untuk memperlengkapi Anda bagi pelayanan kepada orang lain.

Begitupun dengan penderitaan-penderitaan yang saya alami.

Saat ini usia saya 21 tahun dan itu sudah bukan lagi usia remaja. 


Saya merasa ketika saya di usia remaja saya tidak benar-benar menikmati dunia remaja. 

Orang tua saya resmi bercerai ketika saya duduk dibangku SMP. Situasi yang begitu mengejutkan bagi saya ketika mendengar hal tersebut, walau pada waktu itu saya mensyukuri hal tersebut terjadi, karena dengan kejadian itu saya tidak akan melihat ayah saya selalu berantem dan menyiksa ibu saya.
Saya cenderung orang yang introver. Saya lebih banyak menutupi apa yang saya rasakan, dan kejadian itu semakin membentuk diri saya menjadi pribadi yang tertutup.



Begitu berat hari-hari itu dijalani, saya merasa selalu sendiri, walaupun begitu banyak teman hadir disekeliling saya. Namun tidak ada seorang temanpun yang mengetahui bagaimana sayatan pisau ini melukai hati saya.
Saya sering menangis didalam senyuman dan tawa saya.
Saya seringkali minder melihat keluarga-keluarga yang bahagia.
Kesedihan terbesar saya saat itu ada ketika saya setiap hari tak sengaja melihat air mata ibu saya terus menetes, melihat ia harus berjuang bekerja pagi hingga pagi hari lagi untuk menghidupi kedua anaknya.



Namun kini seiring berjalannya waktu dan saya mengalami pertumbuhan hingga saat ini, Saya sangat bersyukur semua penderitaan itu pernah saya alami dan rasakan. Saya mengerti mengapa Tuhan izinkan semua itu terjadi, karena Tuhan punya rencana yang indah. Disanalah dan diwaktu itulah Tuhan sedang membentuk saya untuk karyaNya yang sempurna.



Saat ini saya menjadi pelayan Tuhan. Rasa benci saya dengan dunia remaja diubahkan Tuhan menjadi rasa Cinta yang besar akan dunia remaja. Saya rindu dan merasakan panggilan hidup saya untuk membantu teman-teman remaja menemukan apa yang menjadi panggilan hidup mereka. Kerinduan itu yang mendesak saya saat ini melayani sebagai pembimbing remaja di sebuah gereja.



Pesan bagi teman-teman Remaja lainnya..
Apapun penderitaan yang sedang kamu alami, jangan takut, jangan menyerah dan putus asa. Saat ini Tuhan sedang membentukmu untuk Rancangan indahNya.
Rencana Tuhan Sederhana namun Sempurna.





Kelak, Tuhan ingin Anda mempergunakan penderitaan Anda untuk menolong orang lain.
Karna Tuhan akan ubahkan kesakitan Anda menjadi Kesaksian Anda.
Selamat menjadi berkat..
Tuhan Yesus dan saya mengasihimu..


_Kezia Arum_ 

Wednesday, August 12, 2015

Bloom

Matius 6:25-34


Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. (Matius 6:28-29)

Hari rabu kemarin aku sempat bertanya sama Tuhan saat pagi hari. Tuhan, Kau mau aku belajar apa hari ini? 

Siang harinya Tuhan menunjukkan aku suatu bunga. Bunga warna ungu yang tumbuh di secuil tanah yang dihimpit batu2. Lebih lagi bunga ini tidak banyak yang melihat karena tertutup pagar. 

Mungkin beberapa hari lagi bunga itu sudah mati. Tapi dalam waktu singkat hidupnya, bunga yang sederhana ini dipakai Tuhan untuk berbicara kepadaku. 

Bunga aja diperhatikan dan dipakai Tuhan, bagaimana dengan hidup kita? Apakah dalam singkatnya hidup, apakah hidup kita ini sudah bermakna? 

Mungkin dalam tekanan hidup, dalam kesesakan persoalan yang ada kita sering bertanya pada Tuhan:
"Tuhan kok aku nilainya kalah sm tmnku?"
"Tuhan kenapa aku ga dpt jurusan yang ak mau?"
"Tuhan kenapa ak jomblo terus? " 
"Tuhan kenapa tempat kerja tmnku lbh keren? "
"Tuhan kok hidup nya lbih sukses dari aku?" 

Banyak hal bisa jadi sumber kekuatiran kita. Tapi Tuhan berkata "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." 

First thing: 
Apa makna sukses bagi kita? 
Apakah itu mencapai keinginan kita atau memenuhi kehendak Tuhan? 

Kalau kita melakukan kehendak Tuhan dalam hidup ini, segala sesuatu yang terjadi baik susah maupun senang, Tuhan ijinkan untuk membuat kita semakin bertumbuh krna Tuhan lebih tahu apa yang kita perlukan. 

Seperti bunga tadi yang tumbuh dilingkungan yang susah, kita juga berbunga dan menjadi terang dimana Tuhan tempatkan kita. 

Krna bukan soal situasi apa yang ada dan bukan tentang lingkungan mana kita berada, 

Tapi dengan siapa kita berjalan dan untuk apa kita hidup. 

Mari hidup untuk kemuliaan Allah. 
Selamat pagi :) Tuhan memberkati