Thursday, October 9, 2014

"Belum matang Jangan di Petik dulu"

Buah itu akan matang dan manis pada waktunya.. so.. Jangan di petik sebelum waktunya tiba..

Setiap mau berkerja keras, tiap-tiap usaha itu pasti tak ada yang sia-sia. Kalau sekarang belum kelihatan hasilnya.. ya mungkin masih butuh waktu untuk menunggu buahnya siap dipanen dan dinikmati banyak orang.
Jangan pernah mengeluh degan proses yang panjang dan melelahkan ini.. karna untuk hasil yang berkualitas baik pasti dibutuhkan bayar harga yang lebih banyak juga.Jangan takut mengorbankan sesuatu dengan berpikir smua akan sia-sia saja.. Maka janganlah menganggap kita telah mengorbankan sesuatu (biaya, tenaga, waktu, pikiran) tapi anggaplah kita sedang menginvestasikan semuanya itu.
Yakin dan Percaya.. bahwa semua itu akan menghasilkan keuntungan yang lebih, baik untuk diri sendiri dan juga orang lain.
Skali lagi, "TIDAK ADA USAHA YANG SIA-SIA..
"Mari menginvestasikan sebanyak mungkin Sumber Daya yang kita miliki untuk sesuatu yang indah dan manis dikemudian hari. 

Dalam menjadi pendamping/pembimbing bagi remaja dalam komunitas gerejawi, begitu banyak hal yang saya lakukan dan alami..Banyak planning yang kami buat untuk merencanakan dampak jangka panjang, banyak pikiran dicurahkan untuk mengkonsep sesuatu program, banyak waktu yang diluangkan, dan perhatian khusus untuk setiap masalah-masalah yang terjadi, bahkan tenaga lebih banyak untuk menyelesaikannya.. namun, jujur saja sampai saat ini pun saya tak jarang kecewa dengan hasil yang kami dapatkan.Hasilnya, jauh dari apa yang kami ekspektasikan, seringkali membuat saya putus asa.Mungkin masalahnya terletak bukan pada seberapa besar kerja keras kita, seberap lama waktu yang kita luangkan atau seberapa pintar kita merancang sebuah perjalanan ini.. namun masalahnya terletak pada hal lain.

Sadarkah kita jika mungkin perjalanan yang kita anggap sudah selesai itu ternyata belum selesai?kita hanya terburu-buru ingin cepat meraih hasilnya.Sadarkah kita mungkin perjalanan yang kita anggap sebagai "Hasil" itu adalah "bukan Hasil" melainkan "Masih bagian dari Proses" itu sendiri?

Pengkhotbah 3:11 "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktuNya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."

Bersabarlah.. karna Tuhan tahu waktu yang paling tepat untuk menunjukan hasilnya..dan yakinlah kerja keras ini tak akan pernah sia-sia..Tuhan slalu punya misi dalam hidup kita masing-masing, untuk itu Tuhan berpesan dalam..
Roma 12:11-12 "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!"


Selamat Berkarya..
Selamat Melayani dan ingat, 
"TIDAK ADA USAHA YANG SIA-SIA."
GBU Sobat.

Monday, October 6, 2014

Cinta atau Takut

Henri pulang dengan menggendong seekor anjing. Dipandangnya sekilas, ia sayang sama anjing ini. Diberikannya nama Dilo. Setiap bangun pagi, maupun pulang sekolah, henri selalu mendatangi Dilo. Mengajak bermain, memberikan makan, membersihkan kandang. 

Setahun berlalu, terdengarlah teriakan, "Henriiii! Kamu punya anjing, tanggung jawab!" Tampaknya mama sudah marah, karena sebulan terakhir Henri sudah mulai malas mengurusi Dilo. Ia sibuk. Banyak tugas. Akhirnya Henri pun bergegas mengurusi anjingnya, karena takut dimarahi. 


Matius 22:37.
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu."

Kita sebagai anak Tuhan, bersyukur atas keselamatan yang Tuhan berikan. 

Namun apakah kita langsung diangkat Tuhan karena kita sudah percaya? 

Ternyata tidak. Kita masih memiliki kehidupan di dunia ini. Hidup yang seperti apakah? 

Mari ingat cerita tadi, ada dua kejadian. Pertama Henri melakukan segalanya untuk Dilo karena sayang, karena cintanya. 

Namun setahun kemudian, ketika rasa sayang itu sudah berkurang, kesibukan mulai muncul, ia melakukan segalanya untuk dilo, karena rasa takut. 

Sebagai orang Kristen, 
Apakah kita benar2 mengasihi Kristus? 

Atau kita hanya takut masuk neraka, sehingga kita lakukan segala kekristenan kita? 

Ketika kita pelayanan, apakah itu wujud ungkapan syukur pada Tuhan, atau kah itu kita anggap kewajiban kita sbg orng kristen? 

Mari kembali merenungkan. 
Jika kita belum hidup mencintai Tuhan, mari berdoa. Minta ampun, syukuri segala hal yang telah Tuhan berikan. Lihatlah betapa baiknya Tuhan kita. 

Ijinkan Roh Kudus bekerja, supaya kita hidup dengan hasrat dan cinta pada Tuhan. 

All for Jesus! :) 

Monday, September 15, 2014

Ga Dibalas, Oke Fix!

Kecanggihan teknologi membuat komunikasi dengan social media semakin menarik. Pada awal munculnya SMS, orang hanya berharap pada delivery report. Wah kalau sudah delivered berarti sudah sampai. Namun ketika beberapa menit, jam tidak dibalas, orang akan bertanya-tanya, "dah dibaca belum sih? "

Sekian waktu kemudian muncul BBM, Messenger, dan WA. WA memberikan notif bahwa orang yang kita chat sudah online atau belum. Sering kali kita jengkel. Online tapi chat ku ga dibalas. :(

Lebih parah lagi dengan BBM dan Messenger. Pesan kita sudah di READ atau SEEN, tapi tetap saja ga dibalas. 

 Mau bentuk teknologinya gimana, toh sama aja yang bikin kita jengkel adalah tidak adanya balasan. 

Matius 5:43 - 48.

"...Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu...."
"...Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu?..."

Tuhan minta kita mengasihi musuh dan mendoakan orang yang menganiaya kita. Pertanyaannya, orang yang ga balas SMS, CHAT kita apakah dia separah itu? Apakah itu menjadikan mereka sampai musuh atau bahkan orang yang menganiaya? 

Yaya.. Kadang dengan gampang kita meratap, "jahat..., chat ku ga dibalas. :'( "

Oke, mulai sekarang mari belajar mendengarkan firman Tuhan. Jangan dikit-dikit marah hanya karena tidak dapat balasan. 
Mau orang nya membalas, mau ga, tetaplah mengasihi dia. 

Terus apa gunanya? 

Aku mau cerita sedikit. Ada beberapa orang dalam hidupku yang sering kontak, tapi sering kali aku yang ga balas. :p
Dua orang yang pertama adalah pembimbing rohani. Mereka sering mengingatkan untuk membaca Alkitab, membaca buku rohani, mengingatkan untuk baca ayat. Ketika aku tidak membalas orang yang tadi SMS atau Chat bisa jadi merasa, wah sampai ga ya, berguna ga ya ini kirim kayak gini. 
BUT, dari sisiku:
Begitu baca pesan mereka, oh iyaa.. Aku lupa dah beberapa hari belum baca Alkitab. Wah iya aku belum hafalin ayat. Terus aku lakukan. Tapi, lupa balas. Itu saja. 

Kejadian kedua adalah sahabat yang sering kali kirim "Semangat kerja!". Kadang aku ga balas. Kadang sekian jam kemudian baru balas. Tapi useless kah usaha dia? 
Ga dong. Setiap terima chat semacam ini, ada perasaan senang, ada perasaan diperhatikan, ada semangat baru.

Jadi, apakah orang yang tidak membalas = tidak dapat makna apa-apa dari usaha kita?


SO, tiap kali kita beri perhatian ke seseorang. Mengingatkan mereka untuk saat teduh. Bahkan hanya untuk menyapa "Selamat pagi! :)",
INGAT, Tuhan bisa pakai apapun itu untuk jadi berkat buat orang yang menerimanya.
ADA atau TIDAK nya balasan, tidak membatasi Tuhan bekerja.
"Ga dibalas, Oke Fix, dia sudah terima kok. :) "

Monday, September 1, 2014

Berorganisasi

Bagaimana sih caranya Berorganisasi?
Seperti yang sudah dijelaskan oleh teman-teman penulis yang lain, kami disini melayani di Komisi Remaja GKI Ngupasan Yogyakarta, nah beberapa waktu lalu kami para pembimbing melaksanakan program pelatihan bagi para Remaja dan berikut salah satu materi yang kami sampaikan.

 “Organisasi” 

Organisasi tuh apa ya?
Penataan sekumpulan orang secara disengaja guna mencapai beberapa tujuan tertentu.

Bagaimana dengan KOMISI REMAJA itu sendiri?
Merupakan sebuah organisasi dalam gereja yang memberi wadah bagi para remaja Kristen untuk bertumbuh dalam iman dan bersekutu bersama.

Tujuan dari Komisi Remaja GKI Ngupasan?
VISI: Komisi Remaja menjadi komisi yang akrab dan bertumbuh bersama dalam iman serta dapat saling memperhatikan dan melayani dengan kasih terhadap sesama.

MISI:
- Mengadakan kegiatan bersama diluar kebaktian
- Mengadakan ibadah yang bervariatif dengan tema yang menarik dan bermanfaat
- Mengadakan kegiatan-kegiatan social Dalam berorganisasi juga dekat dengan yang namanya Manajemen.

Maka mengapa perlu mempelajari manajemen?

Manajemen adalah ilmu yang digunakan untuk mengkoordinasi dan mengatur aktifitas pekerjaan orang lain agar efektif (ketercapaian tujuan) dan efisien (dari segi waktu, tenaga, SDA, dll). Dipakai oleh siapapun dan dibutuhkan di segala jenis/ ukuran organisasi, pada semua jenjang organisasi, pada setiap bidang kerja organisasi, dan di semua organisasi di seluruh penjuru dunia ini.

Komisi Remaja adalah organisasi gerejawi yang juga memiliki banyak program kerja untuk mencapai tujuannya.

Apa yang dilakukan Manajemen dalam Organisasi?

Planning,
(Perencanaan)
Organizing,
(Penataan)
Leading,
(Kepemimpinan)
Controlling,
(Pengendalian)
Menentukan tujuan, Mendefinisikan sasaran, menetapkan strategi, dan  Menentukan apa yang harus diselesaikan,
Bagaimana caranya, siapa yang akan mengerjakannya dan menugaskannya.
Mengkoordinasikan, memotivasi, memimpin, dan tindakan-tindakan lainnya yang melibatkan interaksi dengan orang-orang lain.
Mengawasi aktifitas-aktifitas demi memastikan segala sesuatunya terselesaikan sesuai rencana.
Membandingkan antara rencana dan realisasi.

Berujung pada: Tercapainya tujuan dan sasaran organisasi.

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menyelesaikan suatu Program Kerja:
1. Planning (Perencanaan) Berhubungan dengan hasil akhir (APA)
  • Temukan Masalah; setiap organisasi pasti mempunyai masalahnya masing-masing.
  • Menentukan solusi dari masalah tersebut; Program Apa yang akan dilakukan/ diadakan? bentuknya seperti apa?
  • Menentukan alasan dan sasaran; Mengapa program tersebut harus diadakan? Siapa sasaranya?
  • Menentukan waktu pelaksanaan; Kapan dan Dimana program diselenggarakan?
  • Menentukan Anggaran; Berapa biaya yang dibutuhkan?

    Input --> Proses --> Output
    Masalah --> Planning --> Rencana

2. Organizing (Pengorganisasian/ Penataan)
Mengamati bagaimana sasaran dan rencana itu diwujudkan
  • Mengkonsep program; Bagaimana pekerjaan harus didesain?
  • Menentukan jumlah orang yang akan mengerjakan program; Berapa orang yang dibutuhkan dan butuh berapa bidang?
  • Menentukan diskripsi pekerjaan/ Job Description; Penjelasan detail Apa yang dilakukan setiap bidang?
  • Menentukan jenis pekerja/ Job Specification; Seperti Apa orang-orang yang dapat mengerjakannya? • Menugaskan pekerjaan dan tanggung jawab yang terkait dengan pekerjaan individu secara jelas dan detail/lengkap.

3. Leading (Kepemimpinan) Keberhasilan mengelola orang-orang melibatkan pemahaman terhadap sikap, perilaku, kepribadian, motivasi, dan sebagainya. Selain itu, hal ini menuntut rantai komunikasi yang efektif dan efisien. Bagaimana orang-orang berperilaku dan apa saja yang mereka lakukan dalam menjalankan tugasnya.

  • Menentukan waktu dan tempat untuk memulai mengerjakan program; Kapan rapat/diskusi tim kerja dilaksanakan?
  • Mengkoordinasikan kebutuhan komunikasi antar bidang-bidang yang ada
  • Membuat dan menyampaikan deadline pekerjaan
  • Mengatasi setiap orang yang terlihat memiliki motivasi yang rendah; Bagaimana cara untuk membangkitkan semangat mereka?
  • Menentukan Gaya kepemimpinan seperti apa yang paling efektif dalam situasi tertentu

4. Controlling (Pengendalian) à Pengevaluasian Program Kerja. Pengendalian yang tepat dapat membantu mengetahui kesenjangan kinerja (performance gap) dan area yang perlu diperbaiki.
• Mengukur kinerja; Apa yang telah terealisasikan?
• Membandingkan kinerja; Seberapa besar rencana dapat terealisasikan? Dimana kesalahkan saat rencana belum terealisasi?
• Mengambil tindakan untuk kedepan; Langkah Apa yang harus diambil untuk program kerja berikutnya?


Contoh management dalam salah satu program Komisi Remaja:
1. Planning
- Ditemukan masalah:
Antar anggota remaja dirasa kurang akrab dan diperlukan suatu kegiatan agar hubungan remaja antara satu dengan lainnya terbangun rasa mengenal, mengasihi, terlebih dapat bekerja sama dalam satu kelompok.
- Solusi:
Mengadakan program keakraban yang diberi nama “RSS (Remaja Senang-Senang)” dengan bentuk kegiatan games dan sharing
- Tujuan/ sasaran: Keakraban jemaat Komisi Remaja/ Remaja GKI Ngupasan - Waktu/tempat: Minggu, 10 November 2013/ di GKI ngupasan - Anggaran:
a. Konsumsi Rp 680.000,00
b. Publikasi Rp 20.000,00
c. Perlengkapan acara Rp 200.000,00 Rp 900.000,00

2. Organizing
Konsep acara: Membentuk 10 kelompok yang terdiri dari 8 anggota tiap kelompok. Jumlah permaian 5 macam, dengan membuat pos-pos permainan. Tiap kelompok diberi modal uang saku dan tugas mereka adalah mengumpulkan uang sebanyak mungkin dengan cara memenangkan permaian di tiap pos permainan.
- Panitia yang dibutuhkan:
  • Penanggung Jawab: 2 orang,
  • Sie Acara: 3orang,
  • Sie Perlengkapan+P3k: 3 orang,
  • Sie PubDok: 2 orang,
  • Sie konsumsi: 2 orang.
- Job Description:
PJ: mengkoordinasikan kebutuhan komunikasi dan rapat antar sie, mengadakan rapat besar baik perencanaan konsep sampai evaluasi, bertanggung jawab penuh atas alokasi dana, membuat LPJ.

Sie acara: Mengemas konsep acara, mencari dan mengkoordinasi petugas-petugas yang diperlukan (ketua kelompok+penjaga pos), mengkoordinasikan konsep acara kepada semua panitia.

Sie Pubdok: Membuat promosi acara (poster dan sosmed), mendokumentasikan acara (GR, Hari-H, evaluasi), memcetak/ mengupload foto maksimal H+1minggu.

Sie Perkap+P3k: Berkoordinasi dengan semua sie berhubungan perlengkapan yang dibutuhkan, meminjam dan mengembalikan/membeli alat-alat dan perlengkapan yang diperlukan, bertanggung jawab atas kelengkapan dan keutuhan alat-alat yang dipinjam, menyediakan kotak P3K dan bertugas mengobati peserta yang terluka saat bermain.

Sie Konsumsi: Mengkonsep model makan, menyediakan makanan, dan membersihkan sampah makanan setelah selesai.

- Job Specification:
Sie Acara: kreatif, inovatif, suka tantangan/ sesuatu yang baru.

Sie Perkap+P3K: tahu dimana dan bagaimana cara meminjam peralatan/ membelinya, bersedia menggotong-gotong peralatan.

Sie Konsumsi: memiliki selera makanan yang oke, mengetahui tempat jual makanan yang sesuai kriteria (yang dicari), seorang yang cinta kebersihan

Sie Pubdok: Kreatif, mampu mempromosikan acara.

3. Leading
  • Rapat: Rapat pertama sekitar minggu pertama bulan oktober 2013, rapat akhir H-2.
  • Mencek ulang kelengkapan dan persiapan panitia secara detail seminggu sebelum acara.
  • Memotivasi kinerja semua anggota.
  • Mengadakan doa bersama untuk event tersebut, misal selama seminggu sebelum hari-H, dengan pokok doa yang berbeda-beda.

4. Controlling
  • Mengadakan rapat evaluasi maksimal seminggu setelah hari-H
  • Mengevaluasi kinerja tiap anggota panitia
  • Membuat LPJ
  • Membuat catatan-catatan kecil untuk perbaikan di event selanjutnya.

Okay.. Sobat, semoga materi yang dibagikan ini bermanfaat untuk kalian semua.. So.. Jangan pernah bosan berorganisasi ya, karna dengan berorganisasi dijamin kita bisa belajar banyak banget yang tentunya berguna demi mempersiapkan diri kita di dunia kerja kelak.. Tetap Semangat dan Teruslah Berkarya. Tuhan memberkati.

Sunday, August 17, 2014

Mengasihi Sesama yang Berbeda


Hai semua...
Karena ini tulisan pertamaku di sini mari kita berkenalan terlebih dahulu. Namaku Obed dan bersama dengan para penulis di sini, kami adalah orang-orang yang memiliki keterbebanan untuk membina kaum remaja. Kami secara khusus melayani di Komisi Remaja GKI Ngupasan Yogyakarta.

"Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." - Matius 22:39 TB

Pada kali ini aku akan share mengenai makna sesama yang tertera di ayat di atas ini. Remaja biasanya merupakan kalangan yang memiliki pertemanan yang kuat satu dengan lain. Bahkan rela berkorban demi teman terdekatnya. Masa dimana kita punya banyak teman dan sahabat juga biasanya terletak pada usia remaja. Karena begitu kuatnya pertemanan di antara remaja seringkali mereka membentuk lingkaran-lingkaran yang membatasi pertemanan mereka. Salahkah? Memiliki teman-teman terdekat yang dapat membuat hidup kita makin baik tentunya adalah hal yang sangat baik. Merasa nyaman terhadap orang-orang yang memiliki hobi sama tentunya sangat membangun. Namun bagaimana dengan mereka yang mungkin bagi kita "Berbeda"?

Pernahkah mendengar ABK? Anak Berkebutuhan Khusus. Mereka merupakan orang-orang yang secara mental atau fisik tidak sama dengan kita.  Orang-orang yang memiliki kekurangan dalam fisik seperti kaki maupun tangan masih mendapatkan teman dan komunitas. Masih banyak orang yang mau peduli dengan mereka. Bagaimana dengan remaja yang memiliki kebutuhan karena mental mereka?

Dalam melayani sebagai pembimbing, aku menyadari bahwa Tuhan mengajarkan banyak hal mengenai ini. Baik di sekolah maupun di gereja ada orang-orang yang dikategorikan demikian. Dulu ketika aku sebagai remaja, sikapku? cuek ajalah. Ya sekali-kali memberi perhatian namun ketika ada teman lain yang lebih asik pastinya aku memilih pergi bersama teman-temanku. Bahkan ga jarang aku ikut mengolok-olok demi kesenangan bersama dengan teman yang lain.  Tapi ketika menjadi pembimbing, ada tuntutan yang akhirnya mendewasakanku. Ketika remaja lain menjauhi, siapa yang harus menemani mereka?

Hal yang dirasakan ketika menemani mereka, terus terang capek lho. Mendengarkan cerita mereka dengan susah payah karena kalimat yang tidak teratur. Bahkan ga jarang ditengah cerita dia bisa mencampur 3-4 cerita sekaligus. Atau mendapatkan pertanyaan tentang hal yang sama berulang-ulang kali?

Namun ketika kita membaca ayat di atas dan juga merenungkan perumpamaan tentang orang samaria yang baik hati, muncullah pertanyaan:

Mereka Sesama kita bukan sih?

Apasih yang membuat kita terkadang tidak mau menerima mereka dalam hidup kita?
1. Kita menganggap diri kita lebih dari mereka
Kita menganggap mereka orang yang ga selevel dengan kita. Kita merasa diri kita normal dan mereka tidak. Namun apakah demikian? Kita sadari atau tidak, setiap kita manusia yang tidak sempurna, oleh karena itu setiap dari kita tergolong Anak Berkebutuhan Khusus. Baik kita yang mudah marah, baik kita yang suka ngrasani orang, atau kita yang berganti-ganti pacar untuk memenuhi kebutuhan kita, setiap kita yang berbuat curang untuk mendapatkan hal baik. Kalau kita introspeksi diri kita, maka kita akan menemukan kekurangan diri kita dan kita tidak lebih dari mereka. Bahkan terkadang di dalam keterbatasan mereka justru tidak jarang kita melihat nilai-nilai hidup yang lebih dari kita. Jadi mari berhenti menggangap kita lebih baik dari mereka buat kita yang masih demikian.

2. Menerima mereka berarti keluar dari zona nyaman
  • Ketika kita menerima mereka, berarti kita harus bersabar ketika mereka tidak paham apa yang kita bicarakan.
  • Menerima mereka berarti kita berkorban waktu. Ketika mereka menceritakan hal yang sama berulang-ulang dan seringkali kita tidak sabar karena kita merasa itu membuang waktu kita. 
  • Menerima mereka berarti kita harus berkorban materi yang lebih. Ketika kita pergi bersama-sama dengan dia dan dia sendiri tidak menyadari ketika dalam acara ini dia harus ikut urunan dan dia tidak membawa apa-apa, maka kita yang harus bersama-sama mensupport. 
  • Menerima mereka berarti kita harus menanggung malu bersama. Ketika dia melakukan hal yang memalukan di depan kita, seringkali kita ingin untuk pergi dari dia supaya kita ga ikut malu.  Kita takut orang lain merasa kita sama seperti dia.
Bagaimana caranya supaya kita dapat menerima dia?

"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." Filipi 2:5-8
 
Apalah arti kita manusia dari sudut pandang Yesus. Seberapa berbedakah kita dari sesama kita dibandingkan perbedaan kita manusia dengan Kristus Yesus? Bahkan Yesus dalam kesetaraannya dengan tidak menganggap itu sebagai sesuatu yang harus dipertahankan. 
Jika Yesus saja melakukannya alasan apalagi yang kita pakai untuk tidak melakukannya? 
Jika bukan kita remaja Kristen yang melakukannya siapa lagi yang harus memulai?

Wednesday, August 13, 2014

Mengalami Tuhan lewat Berorganisasi

Halo sobat remaja :) 
Kali ini aku mau berbagi tentang dunia organisasi. 

Aku coba ingat-ingat lagi apa yang dulu terbayang saat remaja ketika mendengar kata organisasi. Organisasi itu ribet. Males ah ikut organisasi. Buang waktu, mending waktunya buat yang lain. 

Akhir-akhir ini ketika aku ada di posisi pembimbing, sering juga denger komentar orang tua tentang kepengurusan dan organisasi. "Udh yang penting studi. Nilainya baik. Ga usah buang waktu ikut organisasi"

Mungkin gambaran ini masih banyak muncul. Nah sebenarnya organisasi tu kayak apa sih? 

Pernah ikut outbond? Pernah disuruh bikin yel-yel di kelompok masing-masing? Nah itu gambaran kecil organisasi. Satu kelompok isinya mungkin 5-10 orang. Ketika diminta membuat yel-yel, apa yang harus dilakukan? Siapa yang memimpin? Siapa yang akan memulai memunculkan ide? Siapa yang akan mengatur teman satu tim? Siapa yang memberikan feedback atau komentar kalau yel-yel nya masih kurang kompak dan kurang semangat? Tentu ga dengan sendirinya yel-yel itu tercipta dan satu kelompok bisa melakukan dengan semangat.

Maka dari itu sekurang-kurangnya akan muncul atau ditentukan pemimpin kelompok. Kurang lebih dia yang akan memimpin diskusi ide. Mendorong teman-teman yang punya ide untuk ngomong. Kalau ternyata semua malu-malu, ya dia yang harus mulai ga tahu malu untuk share ide. Jelek ga masalah, setidaknya orang lain mulai tergerak. Kemudian ketika udah pada sepakat sama satu ide. Pemimpin ini seharusnya menjelaskan bagian yang harus dilakukan oleh tiap anggotanya. Kamu nanti bilang ini ya, kamu teriak ini, kamu nanti geraknya gini, kita ntar posisinya gini ya. Setelah tahu apa yang dilakukan tugas pemimpin belum selesaj juga. Dia masih harus memimpin latihannya. Ayo coba. Begitu selesai di kasi masukan ke anggotanya. Kurang gini nih. Juga apresiasi, wah km sip banget. Lanjutkan dengan latian kedua, ketiga dan seterusnya. 

Nah itu contoh kecil dari organize sekelompok orang. 

Mungkin banyak yang merasa malu, ga enakan untuk ngatur temennya, atau takut berpendapat, tapi ini smua dapat dipelajari. Organisasi lebih banyak berbicara tentang social skill. Gimana kita komunikasi sama orang. 

Kalau di komisi remaja, siapa sih yang akan organize? Mereka adalah pengurus dan pembimbingnya. Mereka akan mengatur siapa yang menjadi WL, siapa yang jadi singer, pemusik, menghubungi pembicara jauh hari untuk berkotbah. Lebih lagi juga mengadakan event khusus yang berbeda dari ibadah biasa. 

Itu semua proses belajar. Kelak di dunia kerja, atau setidaknya dalam keluarga sendiri kita harus bisa organize orang walaupun pada batas tertentu. 

So jangan takut sama organisasi. 

Terus serunya organisasi ada hubungannya sama Tuhan ga? Ada dong. Banyak :) 
Tunggu post kedua.

Thursday, August 7, 2014

Memulai Pelayanan Musik

Aku berlatarbelakang belajar musik di suatu kursus. Alat yang aku tekuni adalah keyboard. Di sebuah kursus tentunya yang aku pelajari cukup detil, tangga nada, teori musik, cara baca not balok, posisi jari dan lainnya. 

Ketika ak sudah sering pelayanan musik, ak diminta untuk mengajari musik. Tentu yang ak bayangkan adalah memberikan kepada yg diajar, persis gimana dulu aku belajar musik. 

Sudah sekitar dua tahun aku mencoba mengajari musik. Hasilnya mungkin ga terlalu kelihatan. Hanya beberapa yang sudah bisa menjadi sedikit lebih baik. 

Padahal pertanyaan yang harus dijawab adalah, gimana sih memberi wadah supaya anak-anak remaja dengan latar belakang tidak belajar musik, dapat memiliki kesempatan untuk pelayanan dibidang musik?

Sering kali orang berpikir sama seperti aku. Bahwa untuk pelayanan musik itu orang harus punya pengetahuan dan skill yang cukup tinggi. 

Padahal sebenarnya ga. Musik itu sesuatu yang bisa dinikmati. Pembelajarannya tidak harus serumit itu. Selain itu pelayanan musik di greja bisa dibuat sangat sederhana. 

Pagi ini aku kembali ingat dengan ide setahun lalu. Daripada mengadakan pelatihan musik intens untuk 2-3 orang, kenapa ga buka jam session untuk banyak orang. 

Pasti pertanyaan yang muncul adalah, trus gmn ngajari orng sebanyak itu? Apa efektif? 

Sebenarnya yg penting adalah membangun rasa percaya diri dan motivasi untuk memulai pelayanan. Masalah skill, nanti nya akan berkembang seiring pelayanan musik dilakukan. 

Lalu, bentuk pelatihannya seperti apa? 

Yang namanya jam session cukup sederhana. Main aja 2 chord misal C kemudian F dan diulang terus menerus. Buat para peserta menikmati, wah aku sudah ngrasain main band. 

Begitu ada yang sudah cukup percaya diri dan berminat pelayanan, dampingi lebih lanjut ketika dia pelayanan. Bantu bikin intro ending dll. 

Tentu jangan dituntut untuk main dgn aransemen yang amazing. No! Jangan. Biarkan musik simple yg sudah membantu orang untuk bisa menyanyi memuji Tuhan.

Pelayanan musik d greja jauh beda dgn bermain musik di suatu konser. Orang ga perlu liat skillmu sperti apa krna kita akan main musik untuk membantu orang dalam beribadah. Tuhan yang dipandang, bukan kita. 

Harapannya dgn bentuk ini, lebih banyak orang yang mau terlibat pelayanan.